Kembali ke Case Studies
Managed Infrastructure

Dari Respons Reaktif ke Monitoring Proaktif untuk Web Agency

Membantu web agency tanpa sysadmin khusus beralih dari respons insiden reaktif ke monitoring dan maintenance server yang lebih terstruktur.

ClientWeb agency Indonesia
RoleSysadmin / SRE
HasilRespons alert kurang dari 10 menit

Tantangan

Tanpa infrastructure engineer khusus, troubleshooting mengandalkan pencarian manual dan laporan dari klien. Gangguan seperti web server down setelah upgrade, DDoS, performa lambat, dan SSL expired dapat menyebabkan downtime satu hingga dua jam sebelum tim menyadarinya.

Pendekatan

  • Membangun monitoring 24/7 menggunakan Grafana, Prometheus, Uptime Kuma, dan GCP Cloud Monitoring.
  • Memasang node_exporter pada server berbasis cPanel untuk visibilitas tingkat host.
  • Mendukung incident response dan troubleshooting sebagai partner infrastruktur.
  • Menangani maintenance rutin seperti security patch, OS upgrade, dan server health check.
  • Melakukan analisis pascainsiden dan tindakan pencegahan untuk mengurangi kejadian berulang.

Hasil

Kurang dari 10 menitWaktu respons alert setelah monitoring proaktif diterapkan.
Kurang dari satu jamWaktu resolusi untuk insiden tertentu yang sebelumnya membutuhkan satu hingga dua jam.
Monitoring proaktifMonitoring membantu tim mengetahui banyak gangguan sebelum laporan dari klien masuk.
12+ bulanKemitraan infrastruktur berjalan secara berkelanjutan.

Teknologi

PrometheusGrafanaUptime KumaGCP Cloud MonitoringcPanelLinux

Radiant Labs adalah nama samaran. Nama perusahaan dan identitas klien dirahasiakan untuk menjaga kerahasiaan. Hasil berasal dari engagement nyata dan dapat berbeda bergantung pada kondisi awal infrastruktur, ruang lingkup pekerjaan, dan pola penggunaan tiap organisasi.