Kembali ke Case Studies
AWS Cost Optimization

AWS Cost Optimization: Menghemat Sekitar US$500 per Bulan

Mengurangi pemborosan cloud sekaligus mengotomatisasi scaling pada perusahaan SaaS B2B di Indonesia yang menjalankan workload produksi di AWS.

ClientB2B SaaS Indonesia
RoleDevOps
HasilHemat sekitar US$500/bulan

Tantangan

Tim engineering berukuran kecil mengelola infrastruktur AWS yang cukup besar tanpa cost visibility yang memadai. Resource eksperimen dan R&D menumpuk, sementara scaling EC2 masih dilakukan manual. Kondisi ini menciptakan pemborosan biaya sekaligus risiko downtime saat traffic melonjak di luar jam kerja.

Pendekatan

  • Melakukan audit biaya AWS untuk mengidentifikasi resource idle dan berukuran terlalu besar.
  • Menerapkan resource tagging untuk memperjelas kepemilikan dan akuntabilitas.
  • Menggunakan Savings Plans dan Reserved Instances untuk workload yang dapat diprediksi serta Spot Instances untuk efisiensi compute.
  • Menjadwalkan shutdown server development di luar jam kerja.
  • Membangun laporan analisis biaya berkala untuk resource yang perlu ditinjau.
  • Merancang Auto Scaling Group dengan dynamic scaling policy agar provisioning EC2 tidak lagi manual.

Hasil

Sekitar US$500/bulanPenghematan biaya AWS dari sekitar US$2.000 menjadi US$1.500 per bulan.
Sekitar US$6.000/tahunEstimasi penghematan tahunan berdasarkan penghematan bulanan.
Auto ScalingKapasitas dapat mengikuti lonjakan trafik tanpa provisioning EC2 manual.

Teknologi

AWSEC2Auto Scaling GroupSpot InstancesSavings PlansReserved Instances

Omni Capital adalah nama samaran. Nama perusahaan dan identitas klien dirahasiakan untuk menjaga kerahasiaan. Hasil berasal dari engagement nyata dan dapat berbeda bergantung pada kondisi awal infrastruktur, ruang lingkup pekerjaan, dan pola penggunaan tiap organisasi.